Kisah Nabi Adam dan Siti Hawa Part 1
Setelah kejadian Adam dan Hawa memakan buah khuldi itu ,Allah
SWT kemudian memerintahkan kepada Jibril untuk mengeluarkan Adam dan
istrinya(Hawa) merak,Ular,dan Iblis yang masih berada di dalam sorga ke
dunia. Mengetahui akan dikeluarkan dari sorga, Adam berdiri dan
menyeru-nyeru sambil menangis, karena akan berpisah dengan tempat yang
dicintainya itu. Namun pa mau dikata takdir berbicara lain.
Maka berjalanlah mereka keluar dari sorga. Adam paling depan, menyusul
Hawa, kemudian merak serta ular di belakangnya, dan terakhir iblis. Adam
diturunkan di Sarandeep ( India), Hawa di Jeddah, merak di laut,ular di
Isafahan, dan Iblis di Basrah (Irak). Dengan diturunkannya ke bumi,Adam
selalu menangis, karena penyesalannya telah melanggar perintah Allah
SWT..Konon sampai dua ratus tahun lamanya ia menangis, seraya
mengucapkan do'a pengampunan :
" Robbanaa zolamnaa an fuusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khoosiriin".
Begitu banyak air matanya yang mengalir, terbentuklah menjadi
aliran-aliran sungai. Dari tebing-tebing sungai itu terbentuk pula
kurma, delima, gahru, ababar, cendana, kayu mansi, dan qarnafal.Seekor
binatang yang bernama Tha'irun-nasar melihat Adam menangis, ia ikut pula
menangis. Binatang-binatang lain yang mengetahuinya ikut pula menangis.
Sementara itu, Hawa pun sama pula menangis. Dari air matanya, jadilah
celak dan hinai. Sedangkan yang mengalir ke laut menjadi mutiara yang
nantinya menjadi perhiasan.
Hingga pada suatu hari, Jibril datang kepada Nabi Adam as, dan berjata : " Hai nabi Allah Adam, " Hajja qobla minal maut," artinya
Naik hajilah engkau terlebih dahulu sebelum wafat." Begitu mendengar
kata mati, Nabi Adam as bergetar ketakutan. " Ke mana jalanku Jibril?"
tanya nabi Adam. " Ka'bah Allah ta'ala" jawab Jibril. Menerima perintah
itu, Nabi Adam as pun berangkat menunaikan ibadah haji. Konon, wilayah
yang menjadi tempat pemberhentian nabi Adam as kelak akan menjadi negeri
yang makmur dan besar.Berapa waktunya Adam as mengadakan perjalanan.
Akhirnya sampai juga di Baitul makmur. Di sana Adam as berjumpa dengan
banyak Malaikat.Mereka berkata kepada Adam as, " Ya Nabi Alah, Adam dua
ribu tahun lamanya kami thawaf pada Baitul Makmur ini".
Datang pula ke Padang Arafah, lalu ke Jabal Rahmah. Di sini dia duduk
seraya melihat ke Padang Arafah. Dari kejauhan terlihat ada seorang yang
tengah berjalan ke arahnya. Semakin dekat wajahnya semakin di kenal.
Ternyata yang dilihatnya dalah Hawa, istrinya. Digandengnya Hawa ke
sampingnya. Keduanya pun menangis haru, takut terhadap Alah SWT, dan
sedih telah meninggalkan sorga. Para Malaikat di langit yang menyaksikan
kejadian tersebut, turut pula menangis haru. Allah SWT pun berkenan
menyingkapkan hijab dari penglihatan Adam as, untuk melihat 'Arsy Allah.
Di tiang 'Arsy itu Nabi Adam as melihat tertera kalimat "LAA ILAHA ILLALLAAH MUHAMMADAN RASUULULLAH."
Sembah Nabi Adam as, " Ya Tuhanku, demi kemuliaan nama-Mu yang
tersurat pada tiang 'Arsy itu, hamba bertobat kepada-Mu, dan bukakan
pintu tobat kepada hamba-Mu ini;"
Firman Allah SWT melalui Jibril, " Ya Adam, telah deiperkenankan oleh
Tuhanmu terhadap tobatmu itu.Hai Adam, jika tatkala engkaudi dalam sorga
itu minta syafaat kepada yang empunya nama itu, niscaya tidaklah engkau
akan dikeluarkan dari dalam sorga. Ketika dikerjakan oleh mereka amal
saleh, maka mereka itu Kumasukkan ke dalam sorga. Dan barangsiapa tidak
percaya terhadap Aku, dan rasul-Ku, di samping itu menyembah kepada
selain Aku, maka sesungguhnya akan Kumasukkan dia ke dalam neraka.
Hai Adam, tidakkah dahulu telah Kularang terhadap engkau bahwa hendaklah
jangan kau dekati pohon khuldi itu, dan hendaklah kau ambil iblis itu
sebagai musuh bagi kamu berdua? Namun, kamu tidak ikut terhadap
perkataan-Ku, maka jadilah engkau sekarang bersama-sama dengan dia di
dalam duni ini.
" Hai Adam, tidakkah Aku akan mencegah seseorang tatkala ia berbuat
durhaka kepada-Ku, karena telah Kularang kepada dia sebelumnya. Hai
Adam, sekarang pun Kuingatkan engkau, jangan diperdayajan oleh iblis
sebagaimana halnya diperdayakannya engkau tatkala ada di dalam sorga,dan
lagi akan diperdayakannya anak cucumu seperti diperdayakannya engkau."
Bergetarketakutan Nabi Adam as dan Hawa mendengar firman Allah SWT
tersebut.Bersujudlah mereka kehadirat Allah SWT seraya menangis. "Ya
Tuhanku,Engkau juga Tuhan Yang Maha Pengampun terhadap dosa kami, dan
mengasihi kami, maka peliharalah oleh-Mu kami dari bencana iblis 'alay
laknat' itu. Dan jauhkanlah kami darinya." Lalu Allah SWT memanggil
Malaikat0-Nya, yaitu Hajarul Aswad "Mana Hajarul Aswad?" Mendengar
perkataan itu, Hajarul Aswad pun datang bersembah kepada Allah SWT."
Pergilah engkau berjanji setia dengan Adam ke bumi, dan tuliskan olehmu
seluruh janji-Ku Adam da anak cucunya," perintah Allah SWT. Hajarul
Aswad pun turun ke bumi.
Dituliskan seluruh anak cucu Adam yang kemungkinan akan mengisi sorga
dan neraka. Setealah selesai, surat itu diperintahkan oleh Allah SWt
kepada malaikat-Nya untuk dimasukkan ke dalam mulut Hajarul Aswad.
Selanjutnya, Hajarul Aswad dikehendaki oleh Allah SWT menjadi batu. Pada
awalnya batu itu berwarna putih. Oleh karena proses alamiah ( seprti
terkena hujan dan panas matahari), maka beberapa lama kemudian batu itu
berubah warna menjadi hitam. Yang kelak, di hari akhirat, Hajarul Aswad
akan kembali menjadi Malaikat, dan memberitahukan apa yang ada di
tulisannya itu.
Senin, 07 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar